Detail Postingan

S2 di Taiwan, Why Not?


            Pada hari Kamis, 6 Februari 2020, alumnus ISTTS, Kak Christian N.P. mengadakan KSP yang berjudul “Now We Tell Story About That Day”. Judul KSP yang dibawakan oleh Kak Christian terinspirasi dari sebuah film. Dalam seminar ini Kak Christian berbagi cerita mengenai perjalanannya selama menempuh pendidikan S1. Tak hanya itu, ia juga membagikan apa yang ia dapatkan selama studi S2 di jurusan EECS (Electrical Engineering and Computer Science). Kini ia sedang melanjutkan studi S2-nya di National Chiao Tung University (NCTU), Taiwan.

            Ilmu yang Kak Christian pelajari mencakup tentang Artificial Intelligence, Deep Learning, dan lain-lain. Dalam presentasinya, ada beberapa research menarik yang ia angkat di KSP ini, mulai dari robot yang dapat mengekspresikan emosinya melalui pergerakan alis, hingga membuat music player pribadi dengan menanamkan chip atau sejenisnya dalam tubuh manusia. Ia juga menyertakan video dan foto-foto yang ia ambil ketika proses kuliah. Bahkan ia juga mengajari peserta-peserta yang mengikuti KSP Kak Christian tersebut. Peserta-peserta KSP tak hanya berasal dari jurusan Informatika, Sistem Informasi, ataupun Elektro, tetapi ada juga mahasiswa jurusan design yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.

            KSP yang dibawakan oleh Kak Christian ini berbeda dengan yang lainnya . Apa yang membedakannya? Ia menyediakan berbagai macam makanan dan cemilan khas Taiwan. Mulai dari bakpao, pastel, hingga makanan ringan seperti kitkat, mochi, dan yang lainnya. Peserta-peserta yang mulai suntuk pun bersemangat kembali untuk mengikuti KSP. Setelah istirahat berlalu, Kak Christian mulai beralih topik. Ia menceritakan bagaimana ia hidup di Taiwan selama beberapa bulan terakhir sebagai pelajar. Mulai dari pemasukan, pengeluaran, gaya hidup, makanan, dan hal-hal mengenai kampus NCTU.

            Kak Christian bercerita bahwa kehidupan di Taiwan sangatlah menyenangkan. Mulai dari street food yang murah-murah, makanan kantin yang lezat, dan ruangan laboratorium yang nyaman. Berbeda dengan yang kita bayangkan, laboratorium di NCTU berisikan televisi, dapur, meja makan, meja kerja, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, ia juga mendapatkan banyak koneksi dan pengalaman kuliah sambil bekerja ketika hidup di Taiwan. Sebagai seorang mahasiswa yang menerima beasiswa, ia mengerjakan proyek-proyek yang diberikan oleh universitasnya.

             Dengan KSP yang diadakan oleh Kak Christian ini semoga bisa menginspirasi banyak mahasiswa ISTTS untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ya! Tidak hanya jurusan Informatika, namun jurusan lain juga sangat berkesempatan untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri seperti Kak Christian. Semoga KSP ini dapat menjadi trigger untuk mahasiswa-mahasiswi ISTTS yang ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri.